<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722</id><updated>2011-11-27T15:30:28.926-08:00</updated><category term='Sukses Presentasi'/><category term='Komentar atas Isi Laporan Lisan'/><category term='Deduktif dan Induktif'/><category term='Tugas Bahasa Indonesia Kelas XI'/><category term='Mind Mapping Sebagai Metode Belajar'/><category term='Kompetensi Dasar BI SMA XII Sem 1'/><category term='Kompetensi Dasar BI SMA Kelas XI SMA Sem 1'/><title type='text'>Belajar Menjadikan Bijak</title><subtitle type='html'>Kemampuan berpikirlah yang membedakan manusia dengan binatang. Dengan pikirannya manusia dapat menciptakan budaya yang selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan alam pikiran manusia itu sendiri. Secara teoritik melalui proses belajar manusia selalu merefleksi pengalamannya guna mengubah dunianya. Itulah sebabnya budaya itu berubah dan berkembang.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-6801088917170290331</id><published>2011-10-24T08:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T09:02:54.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Bahasa Indonesia Kelas XI'/><title type='text'>Menulis Proposal</title><content type='html'>Proposal adalah usulan kegiatan yang biasanya dibuat oleh panitia atau organisasi sosial. Pengertian ini sejalan dengan Kamus Besar BI yang mengartikan proposal sebagai ide, proyek, proposisi, rencana, tawaran, usulan. Maksud pembuatan proposal secara umum adalah sebagai permohonan untuk mendapatkan persetujuan dan dana bagi pelaksaksanaan kegiatan yang telah direncanakan. Adapun manfaat dari pembuatan proposal adalah kegiatan menjadi mudah dilaksanakan karena terdapat pedoman yang jelas. Kegiatan juga mudah diukur keberhasilannya, yakni dengan membandingkan hasil pelaksanaan dengan rencana kegiatan yang tertuang dalam proposal.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai jenis proposal di antaranya: proposal kegiatan (acara), proposal penelitian, proposal tugas akhir, proposal bantuan dana atau fasilitas.&lt;br /&gt;Sebuah proposal kegiatan yang baik sekurang-kurangnya dapat menjawab persoalan berikut.&lt;br /&gt;1. Apa nama kegiatan tersebut?&lt;br /&gt;2. Apa alasan kegiatan tersebut dilakukan?&lt;br /&gt;3. Untuk maksud/ tujuan apa kegiatan tersebut dilakukan?&lt;br /&gt;4. Siapa saja yang menjadi sasaran kegiatan tersebut?&lt;br /&gt;5. Kapan dan di mana kegiatan tersebut akan dilakukan?&lt;br /&gt;6. Siapa saja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tersebut? atau panitianya?&lt;br /&gt;7. Bagaimana rincian beaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tugas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah dalam kelompok yang sudah ada kemudian susunlah sebuah proposal kegiatan!&lt;br /&gt;Pilihlah salah satu kegiatan berikut!&lt;br /&gt;1. Kegiatan pentas seni atau bazar di sekolah&lt;br /&gt;2. Seminar tentang bahaya narkoba bagi remaja&lt;br /&gt;3. Studi banding ke sekolah lain&lt;br /&gt;4. Lomba salah satu cabang OR (mis: bola volley) antar kampung&lt;br /&gt;5. Kegiatan lain yang cocok untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Tugas yang lalu yakni menulis surat niaga dapat dikumpulkan via e-mail ke &lt;a href="mailto:hurimas@gmail.com"&gt;hurimas@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-6801088917170290331?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/6801088917170290331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=6801088917170290331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/6801088917170290331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/6801088917170290331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/10/menulis-proposal.html' title='Menulis Proposal'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-6449424408400372618</id><published>2011-08-10T21:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T18:23:35.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deduktif dan Induktif'/><title type='text'>Penalaran Deduktif dan Induktif</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dalam penyajian gagasan/ pendapat sesorang pembicara atau penulis biasanya mengunakan pola penalaran atau pola urut pikiran tertentu. Misalnya, pembicara/penulis dapat menyajikan gagasan dengan memulainya dari topik/gagasan yang umum kemudian menjabarkannya ke dalam hal/topik yang lebih khusus/sempit. Atau sebaliknya memulai dari penyajian beberapa hal/gagasan yang khusus/sempit kemudian mengakhirinya dengan simpulan yang bersifat umum atau merangkum semua hal khusus yang telah dipaparkan. Cara pertama sering disebut dengan penalaran DEDUKTIF sedangkan cara kedua disebut penalaran INDUKTIF.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Contoh Penerapan Penalaran Deduktif&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="Pa11" style="text-align:justify;text-indent:19.0pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;font-family:"&gt;Frustrasi terjadi jika seseorang terhalang oleh suatu hal dalam mencapai tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan, atau tindakan tertentu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;font-family:"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;font-family:"&gt;Agresi merupakan salah satu cara berespons terhadap frustrasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustrasi yang berhubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan, dan adanya kebutuhan yang harus segera terpenuhi tetapi sulit sekali tercapai. Akibatnya, mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;line-height:115%;"&gt;Kalimat utama dalam paragraf tersebut terletak di awal paragraf. Hal yang menjadi pikiran utama dalam paragraf tersebut adalah &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;frustasi sebagai penyebab agresi&lt;/i&gt;. Kalimat-kalimat selanjutnya kemudian bertugas sebagai penjelas dengan mendukung kalimat pertama. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;line-height:115%;"&gt;Contoh Penerapan Penalaran Induktif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="Pa11" style="text-align:justify;text-indent:19.0pt"&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;font-family:"&gt;Faktor penyebab seperti yang dip&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;font-family:"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;font-family:"&gt;parkan, diharapkan dapat bermanfaat bagi para orangtua, pendidik, dan terutama para remaja sendiri dalam berperilaku dan mendidik generasi berikutnya agar lebih baik. Dengan demikian, aksi-aksi kekerasan baik dalam bentuk agresi verbal maupun agresi fisik dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Mungkin masih banyak faktor penyebab lainnya yang belum dibahas di sini. &lt;b&gt;Akhirnya, kita setidaknya berharap bahwa faktor-faktor agresi patut diwaspadai&lt;/b&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Pa0" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="'font-size:11.0pt;"&gt;Paragraf tersebut adalah paragraf yang kalimat utamanya berada pada bagian akhir. Biasanya, kalimat utama pada paragraf induktif menggunakan konjungsi penyimpul antarkalimat, seperti &lt;i&gt;jadi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;maka&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;dengan demikian&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;akhirnya&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;oleh karena itu&lt;/i&gt;. Akan tetapi, hal ini bukan hal yang mutlak sebab ada juga kalimat utama dalam paragraf induktif yang tidak perlu didahului konjungsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="'font-size:11.0pt;line-height:115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-6449424408400372618?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/6449424408400372618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=6449424408400372618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/6449424408400372618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/6449424408400372618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/08/penalaran-deduktif-dan-induktif.html' title='Penalaran Deduktif dan Induktif'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-7932868044360229253</id><published>2011-07-25T16:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T16:17:22.383-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sukses Presentasi'/><title type='text'>Tips Sukses Melakukan Presentasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Bagaimana teknik melakukan presentasi yang baik? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Presentasi adalah penyajian informasi atau penjelasan tentang suatu topik kepada audience/penengar. Setidaknya terdapat dua hal yang harus dimiliki oleh pembicara sebelum melakukan presentasi, 1) penguasaan materi yang akan disampaikan, dan 2) penguasaan teknik presentasi yang baik (suara, gaya/penampilan, peralatan/media).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Sehubungan dengan penguasaan materi yang akan disampaikan kita dapat meramu informasi dari berbagai sumber (surat kabar, majalah, buku, internet) dengan membaca sumber-sumber tersebut secara intensif dan dapat pula dengan bertanya/ wawancara dengan pakar atau ahlinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Bagaimana menyajikan kembali apa yang telah kita baca atau sejumlah informasi yang telah kita ketahui? Sesungguhnya otak kita dapat berfungsi sebagai memori yang dapat menyimpan banyak informasi yang kita ketahui. Menurut Tony Buzan, seorang pakar Mind Map, otak kita bekerja secara asosiatif, artinya setiap informasi atau hal baru yang diperoleh selalu dikaitkan dengan informasi lama yang sudah dimilikinya. Karena itu struktur informasi dalam memori otak kita mirip diagram pohon dan &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;tidak tersusun&lt;/b&gt; secara linear atau urut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Saran yang dikemukakan oleh Tony Buzan, agar kita dapat menyimpan informasi/ pengetahuan dalam memori otak kita dengan tempo yang lama (&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;long term memory&lt;/i&gt;), semua informasi tersebut hendaknya disajikan dalam bentuk mind map (peta pikiran). – lihat cara membuat Mind Map dalam artikel yang berjudul &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Mind Mapping&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Di samping hal di atas seorang pembicara harus menguasai teknik presentasi/ berbicara di muka umum. Adapun beberapa tips melakukan presentasi dapat dikemukakan sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Jangan membiasakan diri tergantung pada teks. Teks dapat membunuh bakat, merusak &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;flow&lt;/i&gt;, dan menciptakan jarak. Gunakan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;pointers&lt;/i&gt;, sekadar untuk membantu Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Ukur secara sungguh-sungguh&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;“dalamnya sungai”. Pelajari dulu siapa audience Anda, latar belakang, jalan pikiran, pendidikan, dan jabatan mereka. Jangan asal “tembak”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Jangan bicarakan dua hal ini: yang sudah mereka ketahui, atau yang tak ingin mereka dengar. Selalu sajikan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;hal-hal yang orisinal, jangan merusak &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;mood&lt;/i&gt; &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;audience&lt;/i&gt; dengan pernyataan yang tidak mereka sukai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Jangan biarkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;audience&lt;/i&gt; jenuh. Jaga volume suara dan jaga nada agar tidak monoton. Begitu mereka mulai jenuh, ajaklah berdialog, lontarkan sedikit humor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Humor tidak boleh berlebihan. Ia hanya boleh digunakan untuk membangkitkan daya pikir. Jika berlebihan ia akan kehilangan substansi/ manfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Periksa ruangan dan fasilitas presentasi termasuk mikropon sebelum presentasi dimulai. Ruangan yang langit-langitnya rendah akan membuat Anda cepat letih. Cahaya yang masuk dari kaca jendela dapat mengganggu konsentrasi. Ruangan yang terlalu sempit dapat membatasi gerak tubuh Anda. Namun ruangan yang terlalu lebar dapat membuat presentasi tidak terfokus. Mikrofon dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;sound system&lt;/i&gt; yang buruk juga dapat menggangu konsentrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Biasakan interaktif. Jangan asyik bicara sendiri. Berikan kesempatan kepada peserta (seminar) untuk memberikan contoh, jawaban, melakukan aktivitas tertentu (game, teka-teki atau melakukan sesuatu), tertawa, atau bahkan mendengarkan musik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;8.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Be specific&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;. Selalu berikan contoh dan ilustrasi. Sesekali berikan cerita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;9.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Jangan merendahkan mutu dengan mengatakan “Maaf, saya sebenarnya tidak siap”, Maaf, bahasa Inggris saya payah”, “Ini bukan bidang saya”, ”Saya baru belajar”, dan seterusnya. Manusia (audience) hanya mau mendengarkan orang yang layak ia dengar, ia anggap lebih tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;10.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Latihan yang cukup. Selalu mintalah umpan balik. Bila perlu rekam, putar kembali, minta pendapat dari orang dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;11.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Perhatikan bahasa tubuh. Jangan melakukan gerakan yang merusak penampilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;12.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Berpakianlah agak cerah agar Anda dapat menciptakan kesegaran dalam ruangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:6.0pt;mso-add-space: auto;text-indent:-18.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;13.&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Jangan berbicara seperti sedang ngobrol dengan seseorang. Ingatlah Anda berbicara di hadapan puluhan orang. Kombinasikan bahasa resmi dengan bahasa percakapan yang layak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Demikianlah tips sukses melakukan presentasi, selamat mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Sumber: Kasali, Rhenald. 2001. &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Sukses Melakukan Presentasi&lt;/i&gt;. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-7932868044360229253?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/7932868044360229253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=7932868044360229253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/7932868044360229253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/7932868044360229253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/07/tips-sukses-melakukan-presentasi.html' title='Tips Sukses Melakukan Presentasi'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-3935445625272776921</id><published>2011-07-24T21:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T22:10:19.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar atas Isi Laporan Lisan'/><title type='text'>Memberi Komentar Isi Laporan Lisan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Memberikan Komentar Laporan terhadap Isi Laporan Lisan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memberikan komentar terhadap isi laporan lisan hakikatnya adalah mengemukakan pendapat tentang setuju dan tidak setuju terhadap isi laporan lisan tersebut. Komentar tersebut perlu disertai argumen yang tepat, bukti-bukti, dan hal-hal yang mendukung pendapat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan setuju dan tidak setuju tersebut dapat disertai kritik dan saran. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan kritik dan saran adalah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Pahami benar apa yang akan Anda kritik. Kritik yang disampaikan hendaknya dipahami sebagai dapat menjadikan sesuatu lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Jangan menggunakan kata-kata dan kalimat yang kasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Jangan memberikan kritik yang menjatuhkan, tetapi berilah kritik yang bersifat membangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pola komnetar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Pernyataan setuju/tidak setuju -- alasan/bukti -- kritik -- saran&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Contoh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya setuju dengan isi laporan Anda yang menyatakan ... karena ... tetapi menurut saya isi laporan tersebut kurang ... Saran saya, sebaiknya ...."&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-3935445625272776921?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/3935445625272776921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=3935445625272776921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/3935445625272776921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/3935445625272776921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/07/memberi-komentar-isi-laporan-lisan.html' title='Memberi Komentar Isi Laporan Lisan'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-4956627395721492678</id><published>2011-07-24T21:41:00.001-07:00</published><updated>2011-07-24T21:47:35.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi Dasar BI SMA XII Sem 1'/><title type='text'>Bahan Pembelajaran BI SMA Kelas XII Sem 1</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kelas XII SMA Semester 1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;8)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;enulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;9)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;10)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;11)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vocal, intonasi, dan penghayatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;12)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;13)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;14)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;15)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;16)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space: auto;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;17)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:21.3pt;mso-add-space:auto; text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;18)&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-4956627395721492678?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/4956627395721492678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=4956627395721492678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/4956627395721492678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/4956627395721492678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/07/bahan-pembelajaran-bi-sma-kelas-xii-sem.html' title='Bahan Pembelajaran BI SMA Kelas XII Sem 1'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-8174583036607062654</id><published>2011-07-24T20:35:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T20:40:02.589-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mind Mapping Sebagai Metode Belajar'/><title type='text'>Mind Mapping</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UGaLMVPraa4/TizlEn3WPhI/AAAAAAAAABM/vMK1e9mASjc/s1600/picture_mind_mapping.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UGaLMVPraa4/TizlEn3WPhI/AAAAAAAAABM/vMK1e9mASjc/s320/picture_mind_mapping.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633129101517012498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;Mind Mapping&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja &lt;span style="color:red;"&gt;proses belajar kita akan semakin mudah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada di bawah ini, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;line-height:normal;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;1. &lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;  &lt;/span&gt;Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:21.3pt;line-height:normal;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;line-height:normal;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;2. &lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;  &lt;/span&gt;Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:21.3pt;line-height:normal;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:6.0pt; margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;line-height:normal;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;3. &lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;  &lt;/span&gt;Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;4. Gunakan huruf besar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;5. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-8174583036607062654?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/8174583036607062654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=8174583036607062654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/8174583036607062654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/8174583036607062654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/07/mind-mapping.html' title='Mind Mapping'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UGaLMVPraa4/TizlEn3WPhI/AAAAAAAAABM/vMK1e9mASjc/s72-c/picture_mind_mapping.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-2741614578791625321</id><published>2011-07-24T20:03:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T21:47:35.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi Dasar BI SMA Kelas XI SMA Sem 1'/><title type='text'>Bahan Pembelajaran BI SMA Kelas XI Sem 1</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kelas XI SMA Semester 1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;enemukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pokok-pokok isi sambutan/ khotbah yang didengar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="Default" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="Default" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjelaskan secara lisan uraian topik tertentu dari hasil membaca (artikel atau buku)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="Default" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjelaskan hasil wawancara tentang tanggapan narasumber &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terhadap topik tertentu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;embaca intensif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="';font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membacakan berita dengan intonasi, lafal, dan sikap membaca yang baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menulis proposal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berbagai keperluan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.6pt"&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menulis surat dagang dan surat kuasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melengkapi karya tulis dengan daftar pustaka dan catatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengidentifikasi peristiwa, pelaku dan perwatakannya, dialog, dan konflik pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pementasan drama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menganalisis pementasan drama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berdasarkan teknik pementasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengekpresikan perilaku dan dialog tokoh protagonis dan atau antagonis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menemukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menganalisis unsur-unsur intrinsik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengungkapkan prinsip-prinsip &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;penulisan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;resensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoTitle" align="left" style="margin-left:21.3pt;text-align:left; text-indent:-21.3pt;mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:21.3pt"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;17.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengaplikasikan prinsip-prinsip &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;penulisan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-family:;font-size:14.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; resensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-2741614578791625321?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/2741614578791625321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=2741614578791625321' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/2741614578791625321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/2741614578791625321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2011/07/bahan-pembelajaran-bahasa-indonesia-sma.html' title='Bahan Pembelajaran BI SMA Kelas XI Sem 1'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-342803246313030723</id><published>2008-11-10T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T22:26:32.392-08:00</updated><title type='text'>Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui  PBL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Oleh: Trihadiyanti, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kreativitas merupakan suatu bidang yang sangat menarik untuk dikaji namun cukup rumit sehingga menimbulkan berbagai perbedaan pandangan. Menurut Supriadi (2001) kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda tergantung pada bagaimana orang mendefinisikannya. Tidak ada satu definisipun yang dianggap dapat mewakili pemahaman yang beragam tentang kreativitas atau tidak ada satu definisipun yang dapat diterima secara universal. Hal ini disebabkan oleh dua alasan. Pertama kreativitas merupakan ranah psikologis yang kompleks dan multidimensional yang mengundang berbagai tafsiran yang beragam Kedua, definisi-definisi kreativitas memberikan tekanan yang berbeda-beda, tergantung pada dasar teori yang menjadi acuan pembuatan definisi kreativitas tersebut. Walaupun demikian akan dipaparkan beberapa definisi kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriadi (2001) memaparkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Sementara itu, Munandar (1999) mengemukakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang sudah ada atau sudah dikenal sebelumnya, yaitu semua pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh seseorang selama hidupnya baik itu di lingkungan sekolah, keluarga, maupun dari lingkungan masyarakat. Selain itu, menurut pandangan ahli psikologis Horrace et al (Sumarno, 2003) dikatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menemukan cara-cara baru bagi pemecahan problema-problema, baik yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan, seni sastra atau seni lainnya, yang mengandung suatu hasil atau pendekatan yang sama sekali baru bagi yang bersangkutan, meskipun bagi orang lain merupakan suatu hal yang tidak asing lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari beberapa pendapat yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada intinya kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan merupakan hasil kombinasi dari beberapa data atau informasi yang diperoleh sebelumnya, terwujud dalam suatu gagasan atau karya nyata. Ciri-ciri kreativitas dapat dibedakan menjadi dua yaitu ciri kognitif (aptitude) dan ciri non-kognitif (nonaptitude). Ciri kognitif dari kreativitas terdiri dari orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran dan elaboratif. Sedangkan ciri non-kognitif dari kreativitas meliputi motivasi, kepribadian, dan sikap kreatif. Kreativitas baik itu yang meliputi ciri kognitif maupun ciri non kognitif merupakan salah satu potensi yang penting untuk dipupuk dan dikembangkan. Pentingnya pengembangan kreativitas ini memiliki empat alasan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;1. Dengan berkreasi, orang dapat mewujudkan dirinya, perwujudan diri tersebut termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Menurut Maslow (Munandar, 1999) kreativitas juga merupakan manifestasi dari seseorang yang berfungsi sepenuhnya dalam perwujudan dirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;2. Kreativitas sebagai kemampuan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal. Siswa lebih dituntut untuk berpikir linier, logis, penalaran, ingatan atau pengetahuan yang menuntut jawaban paling tepat terhadap permasalahan yang diberikan. Kreativitas yang menuntut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sikap kreatif dari individu itu sendiri perlu dipupuk untuk melatih anak berpikir luwes (flexibility), lancar fluency), asli (originality), menguraikan (elaboration) dan dirumuskan kembali (redefinition) yang merupakan ciri berpikir kreatif yang dikemukakan oleh Guilford (Supriadi, 2001).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3. Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;4. Kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mengingat pentingnya kreativitas siswa tersebut, maka di sekolah perlu disusun suatu strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas. Strategi tersebut diantaranya meliputi pemilihan pendekatan, metode atau model pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang saat ini sedang berkembang ialah pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal pembelajaran (Ratnaningsih, 2003). Masalah yang disajikan pada siswa merupakan masalah kehidupan sehari-hari (kontekstual). Pembelajaran berbasis masalah ini dirancang dengan tujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan mengembangkan kemampuan dalam memecahkan masalah, belajar berbagai peran orang dewasa melalui keterlibatan mereka dalam pengalaman-pengalaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;nyata (Ratnaningsih, 2003). Pada pembelajaran berbasis masalah siswa dituntut untuk melakukan pemecahan masalah-masalah yang disajikan dengan cara menggali informasi sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dicari solusi dari permasalahan yang ada. Solusi dari permasalahan tersebut tidak mutlak mempunyai satu jawaban yang benar, artinya siswa dituntut pula untuk belajar secara kreatif. Siswa diharapkan menjadi individu yang berwawasan luas serta mampu melihat hubungan pembelajaran dengan aspek-aspek yang ada dilingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam ruang lingkup pembelajaran berbasis masalah, siswa berperan sebagai seorang profesional dalam menghadapi permasalahan yang muncul, meskipun dengan sudut pandang yang tidak jelas dan informasi yang minimal, siswa tetap dituntut untuk menentukan solusi terbaik yang mungkin ada. Pembelajaran berbasis masalah membuat perubahan dalam proses pembelajaran khususnya dalam segi peranan guru. Guru tidak hanya berdiri di depan kelas dan berperan sebagai pemandu siswa dalam menyelesaikan permasalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan memberikan langkah-langkah penyelesaian yang sudah jadi melainkan guru berkeliling kelas memfasilitasi diskusi, memberikan pertanyaan, dan membantu siswa untuk menjadi lebih sadar akan proses pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2003), ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi mengorientasikan siswa kepada masalah atau pertanyaan yang autentik. multidisiplin, menuntut kerjasama dalam penyelidikan, dan menghasilkan karya. Dalam pembelajaran berbasis masalah situasi atau masalah menjadi titik tolak pembelajaran untuk memahami konsep, prinsip dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pierce dan Jones (Ratnaningsih, 2003) mengemukakan bahwa kejadian-kejadian yang harus muncul pada waktu pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;a. Keterlibatan (engagement) meliputi mempersiapkan siswa untuk berperan sebagai pemecah masalah yang bisa bekerja sama dengan pihak lain, menghadapkan siswa pada situasi yang mendorong untuk mempu menemukan masalah dan meneliti permasalahan sambil mengajukkan dugaan dan rencana penyelesaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;b. Inkuiri dan investigasi (inquiry dan investigation) yang mencakup kegiatan mengeksplorasi dan mendistribuskan informasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;c. Performansi (performnace) yaitu menyajikan temuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;d. Tanya jawab (debriefing) yaitu menguji keakuratan dari solusi dan melakukan refleksi terhadap proses pemecahan masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pembelajaran berbasis masalah membuat siswa menjadi pembelajar yang mandiri, artinya ketika siswa belajar, maka siswa dapat memilih strategi belajar yang sesuai, terampil menggunakan strategi tersebut untuk belajar dan mampu mengontrol proses belajarnya, serta termotivasi untuk menyelesaikan belajarnya itu (Depdiknas, 2003). Dalam pembelajaran berbasis masalah siswa memahami konsep suatu materi dimulai dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;belajar dan bekerja pada situasi masalah (tidak terdefinisi dengan baik) atau open ended yang disajikan pada awal pembelajaran, sehingga siswa diberi kebebasan berpikir dalam mencari solusi dari situasi masalah yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menurut Ismail (Ratnaningsih 2003) pembelajaran berbasis masalah biasanya terdiri dari lima tahapan utama, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;a. Orientasi siswa pada masalah dengan cara guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;b. Mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan cara guru membantu siswa dalam mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;c. Membimbing penyelidikan individual dan kelompok dengan cara guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya dengan cara guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;e. Manganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dengan cara guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan siswa dan proses yang digunakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada intinya pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata disajikan di awal pembelajaran. Kemudian masalah tersebut diselidiki untuk diketahui solusi dari pemecahan masalah tersebut. Menurut Torrance (1976) model pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah seperti pada pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang efektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;untuk meningkatkan potensi yang dimiliki oleh siswa, salah satunya adalah kreativitas siswa. Situasi masalah yang disajikan dalam pembelajaran tersebut merupakan suatu stimulus yang dapat mendorong potensi kreativitas dari siswa terutama dalam hal pemecahan masalah yang dimunculkan. Kreativitas yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran berbasis masalah ini bukan hanya aspek kognitifnya saja (kemampuan berfikir kreatif) tetapi juga diharapkan melalui pembelajaran berbasis masalah tersebut dapat mengembangkan aspek non-kognitif dari kreatifitas yakni kepribadian kreatif dan sikap kreatif. siswa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Depdiknas. (2003). Pengajaran Berdasarkan Masalah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Munandar, S.C.U. (1999). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ratnaningsih, N. (2003). Pengembangan Kemampuan Berfikir Matematik Siswa SMU Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Tesis Program Pasca Sarjana UPI: Tidak diterbitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ruindungan, M.G. (1996). Model Bimbingan Peningkatan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Umum. Disertasi Program Pasca Sarjana IKIP Bandung: Tidak diterbitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sumarno, U. (2003). Efektifitas Modifikasi Model Kegiatan Praktikum Dari Wheater &amp;amp; Dunleavy Dalam Pembelajaran Ekologi Hewan. Tesis PPS UPI: Tidak diterbitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Supriadi, D. (2001). Kreativitas, Kebudayaan, dan Perkembangan Iptek. Bandung: ALFABETA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Torrance, E.P &amp;amp; Khatena, J. (1976). Khatena-Torrance Creative Perception Inventory. Chicago: Stoelting Company&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-342803246313030723?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/342803246313030723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=342803246313030723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/342803246313030723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/342803246313030723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2008/11/mengembangkan-kreativitas-anak-melalui.html' title='Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui  PBL'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-6901428844876050655</id><published>2008-11-10T21:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T21:47:58.641-08:00</updated><title type='text'>Creative Thinking</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Creative thinking in the classroom&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;By Dan Hunter and Dan Bosley &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:date year="2008" day="23" month="2"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;February 23, 2008&lt;/span&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;ALL THE third-graders at &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Chase&lt;/span&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:placename&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Street&lt;/span&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:placetype&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;School&lt;/span&gt;&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; in &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Somerset&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; were on the floor under their desks - painting. They had been studying the Renaissance and the works of Michelangelo. And now the children were painting their own vision, Michelangelo-style.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Years from now, will they remember the facts of the Renaissance, facts that can be measured by a standardized test? Or will they remember how it felt to be in Michelangelo's skin and the challenge of articulating their individual vision?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;They are likely to remember the art of creativity, something that is not measured on today's standardized tests.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Standardized tests use individual student performances to provide one measure of school achievement. This is valuable. But, because the tests are the only public measure of school success, schools have an incentive to "teach to the test" and to educate children to be test takers.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Is this all children need to learn? Are we adequately preparing them for the future? We have moved into an economy driven by ideas and innovation. Are we giving students the opportunity to develop creativity - the ability to generate ideas and then to critically evaluate potential?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;According to a coalition of researchers, 81 percent of corporate leaders in &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;America&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; say that "creativity is an essential skill for the 21st-century workforce." In addition to creativity, these business leaders look for such skills as collaboration, problem solving, critical thinking, and oral communication.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;We have proposed a bill that creates a new measure of accountability for schools in &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Massachusetts&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;. With the Creative Challenge Index, a commission - comprising legislators, and business and community leaders working with the Department of Education and education leaders - would establish an index to measure how many opportunities schools provide for students to engage in the practice of creative work - taking a project from inspiration to revision to fruition. Through the index, schools can be rewarded for creative opportunities.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Schools that provide opportunities for creative work in the arts, music, drama, and dance would rise in the Index. So would schools that engage students in a broad range of creative activities, such as science fair projects, debate club, fashion design, filmmaking, or architecture.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;The Creative Challenge Index would establish incentives for schools to foster creative skills through arts education and other innovative educational opportunities.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Students need this practice not only to succeed in our new economy, but to realize their potential as human beings. Indeed, many citizens value arts education and the practice of creativity.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;"Coming from a technical job function, creativity is part of the essence of what we have our employee performance reviews based upon," said Nancy L. Barnes a logistics engineering technical manager. "The concept of 'creativity' stems from being able to explore in an art medium at a younger age and continuing to foster those skills throughout a child's 12 years in school."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Stephen McNulty, a &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Boston&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; police officer, said, "All the aspects of music performance have transferred as critical skills. It also gave me the adaptability and confidence to succeed in this very different career. Everyone should have such an opportunity. Who would have thought that my choir director and music teacher would have such a profound effect on my life?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;John Langton of &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Waltham&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; said, "I'm a computer scientist and work in R &amp;amp; D. Many of the skills necessary in the workforce require the ability to think creatively and constructively. The ability to write well and perform creative problem solving is indispensable in the real world, and intrinsically artistic."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Creativity is indispensable in today's world. Children need to practice creative skills in schools to become the source of innovation to drive the economy in the future. The Legislature should pass the Creative Challenge Index.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;To be creative means asking, "How do you see the world and how do you see it in a way that no one else does?" Those questions lead to innovation - whether you are Michelangelo working under the ceiling of the Sistine Chapel or a &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Somerset&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; third-grader painting under your desk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Dan Hunter &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;is executive director of the &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Massachusetts&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; Advocates for the Arts, Sciences &amp;amp; Humanities. Representative &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Dan Bosley&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;is chairman of the Joint Committee on Economic Development &amp;amp; Emerging Technologies.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:4.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Mashuri\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="Creative%20thinking%20in%20the%20classroom%20-%20The%20Boston%20Globe_files/dingbat_story_end_icon.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Mashuri/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_i1025" height="8" width="6" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-6901428844876050655?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/6901428844876050655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=6901428844876050655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/6901428844876050655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/6901428844876050655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2008/11/creative-thinking.html' title='Creative Thinking'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-161861857299086272</id><published>2008-05-16T20:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T20:33:28.829-07:00</updated><title type='text'>Belajar yang Menakutkan</title><content type='html'>Sumber: Kompas Cyber media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Kita, "Sport Jantung"?&lt;br /&gt;Jumat, 11 April 2008  00:31 WIB&lt;br /&gt;Maria FK Namang&lt;br /&gt;Our progress as a nation can be no swifter than our progress in education. (John F Kennedy)&lt;br /&gt;Makin aktifnya para siswa untuk ”belajar” demi menghadapi ujian nasional dan kian cemasnya orangtua terhadap keberhasilan anak bisa saja dipandang positif. Anak yang suka bermain lebih terpacu untuk belajar. Namun, apakah itu bermakna pedagogis dan kontributif terhadap pembangunan bangsa?&lt;br /&gt;Mungkin berlebihan menandaskan bahwa ketidakberesan sosial berakar dari pendidikan. Bahkan, John Dewey, pakar pendidikan, dalam Education Today (1940) pun tidak mengatakannya. Pendidikan hanya salah satu dari berbagai institusi yang berkolaborasi dalam menata kehidupan sosial. Meski demikian, tidak dapat dihindari, pendidikan menjadi elemen penting demi menjamin sebuah tatanan sosial agar berubah secara otentik. Jelasnya, ia berada pada proses (dan mengapa tidak, menjadi proses vital) demi terjadinya perubahan yang lebih diidamkan.&lt;br /&gt;Dalam kedudukannya sebagai proses, Dewey mengedepankan tiga hal sebagai pilar. Perlu ada nilai bersama (common value) yang menjadi acuan bertindak. Nilai itu menjadi daya dorong dan kekuatan perekat. Juga perlu didukung masyarakat (community) yang berperan secara proaktif dalam proses pendidikan. Keterlibatan dan prakarsa amat sangat dibutuhkan karena justru dari mereka (bukan dari pemerintah) terlahir pembaruan yang sesungguhnya. Dan, tidak kalah penting adalah dialog (communication) yang tercipta untuk mencairkan kebekuan akibat perbedaan pikiran dan kepentingan.&lt;br /&gt;Alur pemikiran yang sama dikemukakan Guillermo Hoyos dkk dalam Educación, Valores y Democracia (1999). Ditekankan, pada masyarakat aktual yang amat terbuka, plural, dan demokratis, hanya akan terjaga dan tercapai tujuan bersama ketika ditopang pendidikan yang tepat. Untuk itu, model pendidikan lebih diarahkan kepada pengembangan secara integral pelbagai kemampuan peserta didik agar dalam dunia yang serba pilihan, ia memiliki skala nilai sebagai panduan bertindak.&lt;br /&gt;Kontradiksi&lt;br /&gt;Dalam memahami pendidikan, terdapat nilai bersama dan peran masyarakat yang kadang kandas dalam praksis. Konsep menata bangsa ke arah yang lebih baik sebagai daya dorong terjadinya reformasi kini ada dalam ambang ketidakpastian karena tidak didukung proses komunikasi yang cukup.&lt;br /&gt;Para pengambil keputusan melahirkan aneka ide cemerlang yang kemudian terjabarkan dalam kurikulum paling maju (di dalamnya ada UN) di planet ini. Bahkan, patriotisme dan heroisme mereka patut dipuji karena di tengah anggaran yang sudah ”kadung terpotong” masih bisa melaksanakan ujian negara.&lt;br /&gt;Namun, apakah itu bermanfaat? Untuk jangka pendek, barangkali ya. Tetapi, tidak untuk membangun masa depan bangsa. Ia malah akan amat kontraproduktif. Anak yang dipacu mengadakan ”sport otak” pada tiga bulan menjelang ujian nyaris tak punya manfaat membangun kecerdasan anak. Apa yang dikatakan akan terlupakan sesegera mungkin seirama berakhirnya ujian. Sementara sekolah yang takut ”terteror” masyarakat dengan mudah mereduksi proses pendidikan kepada sekadar lulus ujian (Kompas, 3/4).&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Orangtua pun ikut ”sport jantung”. Di tengah harga kebutuhan pokok yang kian melambung, ia dipaksa menyisihkan dana (yang mungkin melampaui biaya operasional sekolah yang diberikan pemerintah) demi les tambahan. Bukan berlebihan kalau disebut sebuah penderitaan beruntun: ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.&lt;br /&gt;Membuat pilihan&lt;br /&gt;Ketidakpastian dalam pendidikan yang terus terjadi seharusnya dijawab dengan membuat pilihan yang tepat. Itu berarti kebiasaan melakukan sesuatu karena sudah biasa (kini UN karena dulu juga UN), adalah ekspresi keengganan untuk memilih. Padahal, sebuah kemajuan hanya bisa diraih ketika orang secara konsekuen memilih. Atau dalam bahasa JS Mill, siapa melakukan karena sudah biasa, tidak akan membuat pilihan.&lt;br /&gt;Pilihan itu dapat berupa: pertama, mengembalikan proses sebagai elemen penting dalam pendidikan dan bukan hasil akhir (apalagi hasil instan). Mengutip Charles W Eliot, The fruit of liberal education is not learning, but the capacity and desire to learn, not knowledge, but power.&lt;br /&gt;Kebijakan pendidikan kita justru mengambil langkah sebaliknya. Anak dipacu untuk belajar demi belajar. Ia kian jauh dari kerinduan untuk mengeksplorasi, mengembangkan jelajah intelektualnya secara bebas dan melahirkan karya-karya inovatif, bahkan kreatif. Proses perlu menjadi pilihan kita. Jika jalan yang benar dilewati, hasil akhir pasti dicapai. Tetapi, ketika mengharapkan tanpa membangun jalan, impian itu adalah kosong.&lt;br /&gt;Kedua, membangun komunikasi. Keterpurukan bangsa adalah sebuah fakta (bukan sekadar asumsi) yang tidak bisa disangkal. Untuk itu kita perlu secara rendah hati mengakui kekeliruan kebijakan sebagai salah satu penyebabnya. Jelasnya, ke(tidak)bijakan lebih merupakan kehendak pemerintah dan bukan kerinduan masyarakat. Sebaliknya, sebuah proses (apalagi dalam pendidikan) hanya akan sukses ketika baik rakyat, siswa, atau siapa pun juga dilibatkan secara aktif. Atau seperti dikatakan syair sebuah lagu orang Indian Amerika, Tell me and I’ll forget. Show me, and I may not remember. Involve me, and I’ll understand.&lt;br /&gt;Maria FK Namang Alumna Facoltà di Scienze dell’Educazione dell’Università Pontificia Salesiana, Roma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-161861857299086272?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/161861857299086272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=161861857299086272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/161861857299086272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/161861857299086272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2008/05/belajar-yang-menakutkan.html' title='Belajar yang Menakutkan'/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31117149710872722.post-2394806898518847210</id><published>2007-10-18T10:09:00.000-07:00</published><updated>2007-10-18T10:10:11.112-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31117149710872722-2394806898518847210?l=belajarmenjadikanbijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/feeds/2394806898518847210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31117149710872722&amp;postID=2394806898518847210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/2394806898518847210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31117149710872722/posts/default/2394806898518847210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarmenjadikanbijak.blogspot.com/2007/10/blog-post.html' title=''/><author><name>Mashuri Mualip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14450161368948759180</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HUBU969aMnM/SdGIOHbXSPI/AAAAAAAAAAM/Lok1Nsfx-CM/S220/fotoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
